Beragam Penyebab Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik biasanya paling banyak menyerang anak-anak, gejala muncul saat anak berusia 3 hingga 11 tahun. Tentunya, kasus ini membuat para orang tua resah dan merasa khawatir ketika anaknya menunjukkan gejala dermatitis atopik. Selain itu, orang tua pun pasti terlihat frustasi dikarenakan anak yang menjadi lebih rewel dari biasanya akibat rasa gatal yang mengganggu aktivitas anak. Banyak sekali yang menjadi penyebab dermatitis atopik ini, namun secara global dikaitkan dengan kekebalan tubuh. Jika daya tubuh menurun, maka kemungkinan besar penyakit ini akan menyerang. Perlu diketahui bahwa dermatitis atopik merupakan penyakit yang diobati namun bukan untuk disembuhkan, melainkan hanya untuk dikendalikan. Karena pada dasarnya, dermatitis atopik merupakan penyakit genetik di mana setiap anak membawa gen dari orang tuanya yang memiliki riwayat penyakit tersebut.

Sumber gambar: unsplash.com

Dilansir dari The Asian Parent, dermatitis atopik ini sebenarnya memberikan dampak seperti tubuh yang bereaksi berlebihan terhadap iritan, di mana sebenarnya hal tersebut tidak membahayakan kulit. Misalnya Air Susu Ibu atau ASI dan susu formula. Meskipun penyakit kulit ini bisa kambuh, kita bisa melakukan penanganan yang tepat untuk mengurangi resiko terjadinya kambuh maupun mengurangi gejala yang dirasakan saat penyakit kulit ini kembali menyerang.

Sebelum mengetahui cara penanganannya, kita pelajari terlebih dulu apa saja penyebab dermatitis atopik itu agar kita bisa melakukan penanganan yang efektif dan tepat. Secara global, dilansir dari Halodoc, dermatitis atopik terjadi akibat interaksi multifaktorial, di mana banyak sekali faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit kulit ini, seperti faktor genetik (keturunan), lingkungan sekitar si penderita, gangguan fungsi sawar (pelindung) kulit, faktor imunologi, dan adanya infeksi.

Untuk lebih detailnya, berikut adalah penyebab dari penyakit kulit dermatitis atopik.

  1. Faktor genetik atau keturunan. Diduga menjadi faktor terkuat terjadinya dermatitis atopik pada seseorang.
  2. Memiliki alergi terhadap sesuatu misal seperti alergi terhadap debu, bulu binatang, dan makanan.
  3. Seseorang juga bisa mengalami dermatitis atopik karena memiliki penyakit lainnya dan asma.
  4. Tertular dari penderita dermatitis atopik yang biasanya dilakukan oleh tenaga medis.
  5. Kondisi kulit yang terlalu kering.
  6. Penggunaan lotion kulit yang tidak sesuai dengan jenis kulit atau dikarenakan lotion mengandung zat yang sebenarnya menjadi alergan si penderita.
  7. Penggunaan pakaian yang terlalu ketat, ditambah lagi bahan pakaian yang tidak tepat.
  8. Memproduksi keringat berlebih.
  9. Penggunaan sabun atau detergen dalam kegiatan rumah tangga.
  10. Penggunaan parfum yang dipakai.
  11. Stres atau gangguan emosi lainnya.
  12. Suhu yang ekstrim seperti terlalu dingin atau terlalu panas.
  13. Disebabkan oleh bakteri yang ada di atas permukaan kulit, yaitu bakteri Staphylococcus.

Penanganan dermatitis ini dapat disesuaikan dengan penyebab dermatitis atopik yang menjadi faktor pemicu kambuhnya penyakit kulit ini.

Sebelumnya kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan para ahlinya agar dapat mengetahui apa penyebab utama yang menjadi faktor pemicu terjadinya dermatitis atopik. Mungkin dikarenakan penggunaan sabun atau detergen atau parfum, maka bisa mengganti dengan produk lain yang lebih aman. Jika dikarenakan makanan, maka bisa menghindari sebisa mungkin makanan yang menjadi alergan. Intinya yang paling utama adalah menjaga kesehatan kulit dan menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan lotion yang sesuai dengan jenis kulit kita. Selain itu, untuk menjaga kelembapan kulit juga bisa dilakukan dengan mengompres kulit dengan air hangat. Jika dermatitis terjadi karena bahan pakaian, kita bisa menggunakan pakaian yang lebih nyaman dan tidak memakai pakaian yang terlalu ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *